" Saya tahu betul kultur partai. Esensi keputusan partai tergantung kemampuan kita mengargumentasikan persoalan. Jadi tidak ada masalah dengan sikap saya di partai," ujar Andi Rahmat kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (13/3).
Ia mengaku sebagai kader PKS yang merupakan bagian dari koalisi pemerintah sempat mendapat tekanan. Seperti adanya ancaman yang ditujukan pada pada partainya, yakni Reshuffle menteri. Ataupun ancaman yang ditujukan pada pribadinya dengan target akan membuka kembali kasus hukumnya di masa lalu.
"Saya sebagai pejabat publik harus siap. Tekanan itu wajar sebagai bagian dari proses politik. Seperti ada ancaman masalah hukum saya akan dibuka ataupun manteri dari PKS akan direshuffle," kata Andi.
Terkait dengan ancaman ini, ia mengaku sempat merasa terganggu secara psikologis. Namun dalam hal ini, partainya tetap bersikap secara profesional untuk membedakan antara persolan pribadi kader partai yang tidak bisa dikaitkan dengan idealisme partai atas kasus Century.
"Ada sindiran yang dituduh pengkhianat, secara psikologis sempat merasa tertanggu. Tapi partai kami tidak mau mengurusi orang per orang, ini harus dibedakan dengan urusan partai," tegasnya.
Sebelumnya, Maruara Sirait sempat menawarkan Andi rahmat untuk masuk ke dalam PDIP jika PKS tidak mau menerima sikap vokalnya atas kasus Century. Rasa 'cinta' Ara kepada Andi bermula saat sama-sama menggalang dukungan untuk angket Bank Century.
Sejak awal, Andi dinilai Ara konsisten dalam menyikapi bailout bank kecil seperti Century. Bahkan Ungkapan PDIP ingin 'meminang' Andi disampaikan Ara di depan Presiden PKS Luthfi Hasan, dan Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin.
