Tampilkan postingan dengan label Kiprah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiprah. Tampilkan semua postingan

PKS Sungguh Mengecewakan

Dikirim : DPRa-PasarMinggu

ANWAR MUHAMMAD | Kompasiana

Bukan rahasia lagi bahwa tingkah polah kader dan PKS sebagai sebuah partai kemarin sore (PKS juga), sungguh mengecewakan banyak pihak. Karena itulah, PKS dianggap nyeleneh dan asing, so’-so’an dan menempuh rutenya sendiri sesuai izin trayek yang diberikan konstituennya. Harapan halayak bahwa kader PKS yang ada di parlemen maupun di birokrasi akan melakukan tindakan semisal korupsi, asusila, narkoba, dan hal-hal terpuji lainnya, hingga sekarang justru jauh panggang dari api. 

(Yang kecewa) Bukan hanya pihak kiri yang doyan pada nilai-nilai Islam (sampai-sampai jadi alergi, hehe) seperti JIL, kebanyakan LSM, serta pegiat-pegiat kebebasan tanpa batas dan norma, tetapi juga pihak kanan yang 'menyukai' (baca: membenci) demokrasi sebagai barang bid’ah, warisan Barat, dll. Saking kecewanya, mereka sampai mengumpat;“RASAIN LOE PKS“, “MAKAN TUH DAGING SAPI”, “EMANG ENAK DIPENJARAIN KPK”, hingga ungkapan-ungkapan sedap lainnya yang datang dari pikiran dan hati yang sungguh bersih dan tulus. Pokoke, PKS gak bisa diharap, mengecewakan.

Jika kita mengutip dua kasus mutakhir yang menimpa PKS yakni kasus LHI (nasional) dan kasus Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno (daerah dimana saya berkecimpung), kita akan melihat siapa saja pihak yang dikecewakan secara detail dan kasat mata oleh PKS. Berikut kira-kira rinciannya.

Kasus Proposal Dana Safari Dakwah

Kasus ini menimpa Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, dengan tuduhan memberikan dana sebesar 1,9 M untuk kegiatan Safari Dakwah DPP PKS. Lucunya (ha ha ha), kasus ini justru ditemukan sendiri oleh Sang Gubernur (yang memperoleh penghargaan kearsipan dari ANRI) dari laporan staffnya. 

Ada dana yang dianggarkan pada 2013 untuk kegiatan safari dakwah DPP PKS, tetapi beliau dan juga Sekdaprov tidak pernah mengetahui apalagi menandatanganinya… hmm mengecewakan. Usut punya usut, ternyata terungkap bahwa dana tersebut dimasukkan oleh salah seorang staff yang telah dinon-jobkan (pake salah nge-poskan anggaran lagi) berdasarkan sebuah proposal yang tidak jelas pengirim dan kepada siapanya… Maklum, Sumbar itu memang tempatnya pakar-pakar politik, kaum cerdik pandai. Alhasil, selain dana tersebut belum diapa-apakan, skenario orang kecewa dan lawan politik PKS juga masih perlu belajar banyak ke Hanung Bramantyo, supaya layak tayang.

Nah lho, siapa yang kecewa pada kasus ini?? Wakil Gubernur yang amat nafsu jadi gubernur? Golkar dkk yang tidak terima status quonya tercemar? Demokrat yang sedang limbung? Atau banyak lagi yang dikecewakan. Hmmmm, kalian yang amat rakus akan harta, tahta, permata, walau hanya banyak ota, bersiap siagalah untuk kecewa, lalu berkata “apa mau dikata”. Ternyata, Irwan itu memang jujur, baik hati, shabar, santun, pengabdiannya tulus, meski namanya seperti wong jawi. Saya sarankan, bagi hamba-hamba yang jauh dari Tuhan, ambillah cermin, tatap wajahmu yang jarang kena air wudhu’. Meski engkau poles dengan dandanan atau image enhancement software, rakyat jelata seperti saya, tetap akan melihat aura kerakusanmu akan kuasa. Your eyes can not lie, brother.

Kasus Suap Quota Impor, LHI

LHI, sudah lebih sebulan menginap di hotel prodeo KPK. Tuduhannya, terjerat operasi tangkap tangan KPK, pada suatu malam di hotel Le Meridien (tidak) bersama Ahmad Olong Fathanah yang cerdas, dan gadis manis bernama Maharani, maha yang tidak dimiliki Tuhan. Gebrakan KPK yang prestisius ini telah melelapkan kader-kader macan PKS, serayamenggelorakan semangat manusia pihak kanan dan kiri. Bukankah KPK itu adalah Tuhan baru yg titah dan firmannya adalah kebenaran sejati?? Yang lain boleh salah, KPK?? Gak mungkin, mustahil, mosok firman Tuhan keliru?? Hal ini diakui Anis Matta sendiri, sehingga beliau mendukung KPK untuk terus melaksanakan pemberantasan korupsi, meskipun, sebagai rekan LHI, dalam hati Anis Matta berkata; “KPK, maafkan kami karena akan mengecewakanmu“.

Oiya, tadi pagi di tivi, saya menyaksikan Bapak Johan Budi menyampaikan bahwa Ahmad Cerdas Fathanah, orang dekat LHI yang tidak begitu dikenal kader-kader PKS, telah disangkakan dengan pasal TPPU (Pencucian Uang). Pertanyaannya, ini sangkaan tambahan yg baru, atau bagaimana boss? Yg dulu ('ketangkep tangan itu') bagaimana?? Hanyuuuut??

Mengapa PKS akan mengecewakan KPK dan orang-orang alergi lainnya? Bandingkan saja fakta-fakta berikut.

  1. KPK dipilih oleh DPR. Berapa % anggota DPR yg baik, bersih, jujur?? Kalau anda ragu, berarti pilihan DPR sudah pasti meragukan khan bro?? Dengan crisp logic, saya ingin mengatakan bahwa % komisioner KPK yang bersih, sebanding dengan % anggota DPR yang bersih. Setuju gak? Kita tidak bahas bagaimana kualitas penyidik lho mas. [Ada yg komen; ini gerakan pelemahan KPK, hehe]

  2. LHI dipilih oleh anggota dewan syuro, anggota dewan syuro dipilih oleh kader-kader PKS di daerah (baca AD/ART PKS, tanyakan ke mereka, via email juga boleh).

  3. Komisioner KPK ada yang rajin puasa sunnat (kata Johan Budi), ustadz-ustadz juga.

  4. Kader-kader akar ilalang PKS (saja) disuruh menjaga amal-amal hariannya, spt: shalat berjama’ah, shalat malam, puasa sunnat, baca Qur’an 1 juz/hr, olahraga, infaq, silaturrahim, baca buku, dll.

  5. Begitu jadi tersangka, LHI langsung mundur (meski ini amat mengecewakan Demokrat, Golkar & PDIP tentunya. Yg lain mungkin juga, hehe). Saat kasus Bibit-Chandra?? Siapa yg mundur??

  6. Anis Matta jadi presiden, langsung mundur dari Wakil Ketua & anggota DPR. Antasari Azhar??

Yaaa, sudahlah. Ini sudah ranah hukum, tidak lagi domain opini, wacana, atau inspirasi artikel para kompasianer yang pintar-pintar, termasuk saya, hehe. PKS sudah terlanjur dibenci oleh para kadernya, bahkan yg sudah tidak pernah ikut pengajiannya PKS sekalipun. Semakin kasus ini mengambang, kian laris pulalah Tempo yang selalu menjadikan Yusuf Supendi dan anonim sebagai rujukan informasi akurat, bahkan mendahului kejadiannya. Secepatnya saja digelar ke meja hijau TIPIKOR, agar firman-firman KPK masih tetap bertuah, khususnya kepada Anas Urbaningrum, Andi A Mallarangeng, IBAS, dll. Kalau perlu, beri mereka ini penghargaan karena 'sudah patuh dan mau ditahan' oleh KPK, serta tidak akan pernah berniat menghilangkan barang bukti atau kabur keluar jagad.

Kita tunggu saja, PKS dan KPK adu bersih.

Wallahu a’lam bis-shawwab.

Bismillahirrahmanirrahim


dakwatuna.com - Saya pertama kali mengucapkan penghargaan sedalam-dalamnya kepada Ketua Majelis Syura yang mengambil keputusan sangat kilat dan cepat merespon usulan dan permohonan pengunduran diri Presiden, Luthfi Hasan Ishaaq.

Saya juga ingin mengucapkan penghargaan pada saudaraku, Luthfi Hasan Ishaaq. Jika ia menonton acara ini, saya ingin mengatakan padanya, saya mencintainya. Seluruh pengurus, pemimpin, dan kader PKS mencintai beliau. Kita percaya pada integritas beliau. Kita sepenuhnya tsiqah (percaya). Tapi yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan menghancurkan partai ini.

Dan menurut saya, peristiwa besar ini akan menjadi hentakan sejarah yang akan membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah SWT mengirimkan isyarat besar bahwa ini adalah momentum pembenahan diri dan kebangkitan PKS.

Rekan-rekan sekalian, tentu saja ini tugas besar yang harus saya emban bersama seluruh pengurus PKS. Saya tahu ini bukan hari-hari yang mudah yang akan kita lalui. Tapi kita pasti bisa melaluinya, Insya Allah.

Kita pasti bisa melalui hari-hari sulit ini. Asalkan kita mengetahui tiga syarat utama untuk melaluinya:
  1. Yang pertama adalah memohon pertolongan pada Allah SWT. Allahumma iyya kana’budu wa iya kanasta’in, Allahumma iyya kana’budu wa iya kanasta’in, Allahumma iyya kana’budu wa iya kanasta’in, Allahumma iyya kana’budu wa iya kanasta’in, Allahumma iyya kana’budu wa iya kanasta’in. (Ya Allah, kepada Engkalah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan) (red: Dengan gelora dan semangat yang dalam, berkali-kali Muh. Anis Matta memanjatkan doa)
  2. Syarat kedua adalah kebersamaan kita semuanya. Ukhuwah, persaudaraan, soliditas, itu yang harus kita jaga. Karena Allah SWT mengatakan Dialah Allah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan orang-orang yang beriman. Kita pasti bisa melalui ini dengan bergandengan tangan. Kalau kita saling bersatu, kalau kita menyatikan diri atas nama cinta pada Allah SWT dan cinta pada negeri kita, Indonesia.
  3. Yang ketiga adalah kerja keras. Hari ini, saya akan katakan pada semuanya dan juga seluruh kader PKS, saya ingin mengatakan hari ini berlaku ayat Allah SWT, “tatajafa junubuhum ‘anil madhaji’ (lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. As-Sajdah:16). Lambung mereka tak bersahabat dengan tempat tidur. Tak ada lagi waktu tidur sejak hari ini, saudara-saudara sekalian. Kita akan memulai hari ini, Insya Allah, sebagai momentum kebangkitan kita semuanya.
Misi utama kita dalam periode permulaan kebangkitan adalah mengubah cobaan dan musibah ini menjadi rahmat dan karunia. Kita bisa memulainya, melakukannya, karena pada permulaan kita mendirikan partai ini, jumlah kita sedikit, tenaga kita sedikit. Orang-orang kita sedikit, tapi melalui kerja keras, alhamdulillah, Allah SWT memberikan kesempatan pada partai ini untuk terus berkembang.

Dan itu sebabnya, saya juga percaya bahwa insya Allah dengan pertolongan Allah SWT dan dengan kebersamaan kita, tak ada satu pun kekuatan di negeri ini dan dunia ini yang bisa menghancurkan gerakan ini. Insya Allah.

Ikhwah sekalian
Saya tidak ingin kita semua di sini memahami bahwa kita semuanya adalah ingin melawan gerakan pemberantasan korupsi, sama sekali tidak. Itu adalah agenda kita semuanya. Itu agenda Islam dan juga nasional. Tapi yang akan kita lawan adalah penggunaan otoritas dalam pemberantasan korupsi yang bersifat tirani. Pemberantasan korupsi adalah agenda kita bersama. Tapi ulama-ulama fikih mengatakan hak dan cara menggunakan adalah dua hal yang berbeda.

Cara menggunakan hak berhubungan langsung dengan hati. Karena itu Rasulullah SAW bersabda, “istafti qalbak”  (mintalah fatwa ke dalam hatimu). Karena, motif itu yang akan menentukan cara kita menggunakan hak. Dan motif tirani itulah yang akan kita lawan, Insya Allah.

Seperti yang saya katakan tadi, kalau kita ingin memulai perubahan yang hakiki, kita musti memula dari diri kita sendiri. Kita sebagai manusia melakukan banyak kesalahan. Terutama kami. Secara pribadi, saya dan semua pimpinan PKS menyadari pasti melakukan kesalahan.
Dan karena itu juga, saya akan mengumumkan agenda pertama kita yaitu melakukan pertaubatan bagi seluruh pengurus dan kader PKS. Kita akan memulai dari istighfar, kita akan memulai dari taubat. Astaghfirullahal ‘Azhim.

Kita pasti sudah melakukan amal. Tapi masih banyak kekurangan dalam amal itu. Dan istighfar ini Insya Allah bukan hanya menghapus dosa-dosa, tetapi juga akan menyempurnakan kerja-kerja kita ke depan.

Ikhwan sekalian, Insya Allah kita setelah kita membenahi diri sendiri, pikiran, hati, perilaku, dan seluruh sistem dalam organisasi ini, kita akan melangkah lebih jauh melakukan pembenahan dan perbaikan pada negara. Karena itu, kita hanya bisa melakukan perbaikan pada skala negara itu kalau Insya Allah kita memulainya dengan cara benar.

Kemarin, kita menyaksikan Presiden kita, Luthfi Hasan Ishaaq, keluar dari ruangan ini dibawa ke tahanan. Dan Insya Allah, dari ruangan ini pula lah, kita akan memulai kerja besar baru untuk membenahi diri kita dan sekaligus membenahi negara kita. Dan saya yakin Insya Allah kita pasti bisa.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan Insya Allah, dengan kekuatan yang kita miliki kita akan melampaui hari-hari sulit ini. kita semuanya pasti akan berdoa agar Allah meletakkan berkah di balik cobaan yang menimpa kita ini. Setelah acara ini, kita akan memulai langkah pertama pertaubatan nasional bagi seluruh pimpinan dan kader PKS.

Selanjutnya, karena saya sadar akan melakukan tugas yang sangat besar, saya tidak ingin pelaksanaan tugas ini terganggu hal-hal lain yang bisa membuat tujuan tak tercapai. Oleh karena itu, saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya dari jabatan Wakil Ketua DPR RI dan juga mgnundurkan diri dari keanggotaan DPR RI.

Saya sudah memulai dan Insya Allah Antum semua akan berjalan membawa kafilah perubahan yang hakiki di negeri ini, Insya Allah.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tugas dan Hak Murabbi

Dikirim : DPRa-PasarMinggu

Cyber Sabili-Jakarta. Aktivitas dalam halaqah adalah sebuah kegiatan yang dinamis. Forum ini adalah miniatur dari sebuah sistem kepemerintahan. Seorang murabbi adalah orang yang bertanggung jawab memimpin jalannya pertemuan pekanan. Syura-syura dalam musyawarah halaqah baru sah diputuskan oleh murabbi. Dia adalah orang yang menghidupkan suasana ruhiyyah-ta’abbudiyyah, fikriyyah-tsaqafiyyah, dan harakiyyah-da’awiyyah dalam halaqah.

Agar halaqah dinamis murabbi bertanggung jawab kinerja halaqah yang solid, sehat, dinamis, produktif dan penuh ukhuwwah. Karena itu seorang murabbi harus memahami dan menguasai kondisi peserta halaqah serta meningkatkan potensi mereka. Selain itu juga berhak untuk mengevaluasi dengan cara menasihati dan mengupayakan pemecahan masalah peserta halaqah. Sambil mempertimbangkan berbagai usulan dan kritik peserta halaqah.

Seorang murabbi bukan bekerja sendiri dia adalah perpanjangan tangan jamaah. Kehadirannya dalam rangka meneruskan dan mensosialisasi informasi dan kebijakan jamaah. Sekuat tenaga dia harus mengupayakan terealisasinya berbagai program halaqah dan program jamaah dalam lingkup halaqah. Tugas penting lainnya adalah mengawasi dan mengkordinasikan penghimpunan dan penyaluran infaq.
Ketaatan merupakan pondasi hukum Islam dan kaidah sistem politik. Seseorang tidak mungkin dapat membayangkan adanya sistem yang benar dan negara yang kuat tanpa adanya keadilan dari penguasa dan ketaatan dari rakyatnya. Oleh karena itu sangat tepat apa yang dikatakan khalifah kedua umat Islam Umar bin Khattab, ” Tidak ada Islam tanpa jamaah, tidak ada jamaah tanpa pemimpin dan tidak ada pemimpin tanpa ketaatan.” Islam bukanlah agama individu, tetapi agama masyarakat yang tidak mungkin terealisasi kecuali melalaui jamaah. Dan jamaah tidak akan berarti sama sekali jika anggotanya tidak diikat oleh suatu sistem dan dihimpun oleh pemimpin yang mengatur urusan mereka.

Sesungguhnya sikap mendengar dan taat merupakan dua pilar dari sistem hidup bermasyarakat. Dan keduanya merupakan tulang punggung dari manusia yang hidup dalam suatu bangsa dimana tidak mungkin bangsa tersebut menolak dan mengusir musuh, tentaranya akan menang jika tidak memiliki sikap mendengar dan taat yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berpisah dari bangunan umat ini. Sehingga sikap mendengar dan taat adalah suatu yang mutlak harus dilakukan bagi bangsa yang ingin besar.

Maka seorang murabbi berhak untuk didengar dan ditaati. Dia adalah tempat mutarabbi (binaan) meminta pendapat atau istisyarah.  Karena itu dia (murabbi) harus dihargai dan dihormati. Selain itu dia berhak  mengajukan permintaan bantuan untuk melaksanakan tugas. Dialah yang mengeksekusi setiap kebijakan halaqah. Untuk membantu perannya dia juga berhak membentuk kepengurusan halaqah.

Ketika Islam mewajibkan umat Islam untuk mentaati para pemimpin, Islam juga memberi batasan tentang ketaatan tersebut dan tidak membiarkanya berlaku mutlak tanpa ada batasan. Karena ketaatan mutlak akan melahirkan tirani dan kediktatoran sehingga akan menghapus nilai-nilai Islan dalam hidup bermasyarakat. Oleh karenanya ketaatan terhadap pemimpin dibatasai oleh ruang lingkup tertentu dan syarat-syarat tertentu yang harus ditunaikan.
Pemimpin tersebut tidak menyuruh manusia berbuat maksiat. Maka jika pemimpin menyuruh rakyatnya berbuat maksiat seperti minum khamr, riba, buka aurat dan lainnya, maka tidak ada kewajiban taat. Rasulullah saw bersabda: Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Khalik (Allah)” (HR Ahmad dan al-Hakim)
Ketaatan adalah unsur yang sangat prinsip yang sangat dibutuhkan dalam gerakan da’wah. Setiap gerakan da’wah tidak mungkin sampai pada tujuan kecuali jika unsur ketaatan sudah sampai pada derajat yang sempurna. Dan ketaatan dalam Islam berlandaskan pada prinsip akidah dan syariah.

Untuk mencapai derajat ini maka seorang murabbi harus Merasakan muraqabatullah. Tentu saja ikhlas dan komitmen dengan ibadah-ibadah sya’airiyyah (ibadah-ibadah ritual). Bersemangat untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas ilmunya. Tidak sungkan belajar dari siapa saja, termasuk dari yang lebih rendah derajatnya. Senatiasa berlatih untuk memberi yang terbaik.

Keunggulan murabbi (untuk sementara) adalah karena dia lebih dulu masuk jamaah dibanding binaannya. Dia diangkat menjadi murabbi karena lebih mengetahui gerak alur jamaah dibanding binaannya. Boleh jadi suatu saat nanti bisa saja keadaan menjadi terbalik. Itu tergantung dari kecepatan gerak masing-masing individu dan kebutuhan dakwah. (Eman Mulyatman).

Majalah SABILI No 26 TH XVIII

"Menyerahkan nasib Kota Jakarta kepada 18 anggota dewan PKS, sungguh Kami tidak akan kuat. Kalau aleg dan struktur menjadi satu, Insya Allah Kita akan mampu membangun Jakarta," ungkap Sani.

PK-Sejahtera Online: Masa istirahat sidang (reses) DPRD DKI Jakarta pada April 2010 ini, dimanfaatkan oleh aleg PKS untuk bertemu dengan para konstituennya. Oleh karena itu, empat aleg PKS asal Jakarta Selatan yang terdiri Triwisaksana, Igo Ilham, Nurjannah Khulwanih dan Kurniasih Mufidayati bertemu dengan para pengurus DPD, Ketua DPC dan DPRa PKS se Jakarta Selatan di Hostel Pradana Pasar Minggu Jaksel (6/4).



Pada kesempatan itu, Triwisaksana yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta memaparkan visi Fraksi PKS tahun 2014, yaitu menjadi fraksi terdepan yang berjuang mewujudkan masyarakat adil, sejahtera dan bermartabat. Untuk mewujudkan visi ini, lanjut Sani perlu adanya kerja sama antara aleg dan struktur PKS di tingkat wilayah hingga tingkat ranting.



"Marilah Kita menjadi tim besar, tidak membedakan antara struktur maupun anggota legislatif. Mari Kita memiliki harapan yang besar untuk kebaikan Jakarta. Karena menyerahkan nasib Kota Jakarta kepada 18 anggota dewan PKS, sungguh Kami tidak akan kuat. Kalau aleg dan struktur menjadi satu, Insya Allah Kita akan mampu membangun Jakarta," ungkap pria yang akrab dipanggil Sani ini.



Untuk merealisasikan visi 2014 tersebut, FPKS telah menyusun delapan indikator kinerja FPKS DPRD DKI Jakarta, diantaranya adalah kinerja kebijakan publik yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi warga miskin di DKI Jakarta.

dakwatuna.com – Di Ibukota Yaman, Badan Rakyat untuk Solidaritas Palestina menggelar aksi besar di medan Sabiin. Ketua Badan Rakyat, Syekh Shadiq bin Abdullah bin Husain Al-Ahmar meminta para pemimpin Arab untuk membuka pintu jihad sebagai solusi satu-satunya dalam masalah Palestina. “Senjata bukan saja memanggul senjata, tapi jiga jihad maknawi dan materi”tegasnya.
Ribuah massa turun ke jalan di kota Istanbul Turki kemarin Jumat (19/3) untuk membela Al-Quds, Al-Aqsha dan mengecam kejahatan Israel terhadap tempat suci di Palestina. Mereka mengingatkan Israel bahwa wanita dan anak-anak Al-Quds tidak sendirian dalam perang membela tempat suci.

Dalam orasinya, atas nama organisasi-organisasi penggerak aksi massa, ketua harian Al-Wakt, Mustafa Qara Hasan Aglo menegaskan, diamnya bangsa Arab dan dunia Islam mendorong Israel melanjutkan rencananya meyahudikan Al-Quds dan menghancurkan masjid Al-Aqsha dan membangun kuil mitos mereka di bawah puing-puing masjid suci itu. Ia meminta kepada umat Islam untuk membela Al-Quds dan masjid Al-Aqsha.

Sedangkan di Indonesia, Ratusan ribu massa PKS memenuhi Monas dan Bunderan HI Jakarta hari ini, Ahad (20/3) untuk menunjukkan kepeduliaan terhadap kondisi Masjid al-Aqsha yang kini ditindas oleh pihak Zionis Israel. Massa yang datang, tidak hanya dari wilayah jabodetabek saja, akan tetapi dari wilayah-wilayah di Jawa Barat dan Banten.

Dalam orasinya, politisi PDIP Sabam Sirait, mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bisa hadir di tengah-tengah massa dan kader PKS. Sabam mengatakan bahwa dirinya pernah pergi ke kota Al-Quds (Jerusalem) di masa ketua DPR Akbar Tandjung. Saat ia diminta untuk nginap di Tel Aviv, Sabam menolak mentah-mentah karena konstitusi negara RI tidak memiliki hubungan dengan negara penjajah seperti Israel itu.

Orasi kedua disampaikan oleh anggota DPR RI yang pernah berkunjung ke Gaza baru-baru ini, Yoyoh Yusro. Menurutnya, umat Islam di Palestina tengah melakukan i’tikaf di masjid Al-Aqsha membela tempat suci itu, dengan darah dan air mata. Untuk itu ia meminta dukungan dari masyarakat Indonesia peduli dengan masalah Al-Aqsha.

Orasi ketiga, disampaikan oleh mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Dalam sambutannya, Hidayat mengatakan bahwa persoalan Palestina dan Al-Aqsha bukan hanya menjadi persoalan umat Islam saja, akan tetapi sudah menjadi isu internasional. Bahkan, lanjut Hidayat, Presiden Brazil Lula da Silva, menyatakan mendukung penuh kemerdekaan Palestina dari Zionis Israel. Mantan Presiden PKS ini juga mengajak NU untuk membahas masalah Palestina dan Al-Aqsha dalam sidang-sidang di muktamar Makasar yang akan datang. ”Saya juga mengajak Muhammadiyah untuk membahas isu Palestina dan Al-Aqsha dalam peringatan 100 tahun lahirnya Muhammadiyah nanti,” tambah Hidayat.

Masih lanjut Hidayat,”Untuk mengulang sukses KTT Non Blok di Bandung yang mengeluarkan deklarasi Bandung, Indonesia siap menjadi tuan rumah, setelah mendapatkan izin dari Mesir, rekonsiliasi nasional Palestina yang mempertemukan antara Hamas dan Fatah. Kalau ini terjadi, Indonesia akan mencatat sejarah kedua kalinya dalam percaturan politik dunia.”

Di akhir orasinya, Hidayat tidak lupa mengajak massa dan kader PKS untuk tidak lupa menyumbangkan harta bagi rakyat Palestina. Harta itu, tutur Hidayat, dipakai untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur akibat serangan Zionis Israel. Juga dipakai untuk merenovasi tempat-tempat suci umat Islam yang hancur akibat dirobohkan Zionis Israel. Tidak lupa, Hidayat mengingatkan bahwa tidak hanya tempat ibadah umat Islam saja yang jadi sasaran Israel, tapi gereja dan tanah-tanah milik orang Kristen menjadi sasaran Zionis Israel. Maka ia sampaikan bahwa orang-orang Kristen juga harus peduli dengan Palestina, seperti kepeduliaan umat Islam.

Para pengunjuk rasa membuat miniatur masjid qubbah shahra (masjid kubah kuning yang ada di komplek masjid Al-Aqsha) dan kemudian diarak dari Monas ke Bunderan HI untuk membuktikan mereka siap membela dan mempertahankan kiblat umat Islam yang pertama dan tanah ketiga yang disucikan oleh Nabi Muhammad SAW. setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Pun demikian, di hari Ahad (21/03) hampir serentak di seluruh kota di Indonesia diselenggarakan aksi serupa menentang kezaliman zionis Israel.

Jakarta - Massa PKS di sejumlah daerah menggelar aksi peduli Palestina. Aksi dilakukan dengan berbagai cara, ada yang melakukan teatrikal, ada yang membawa replika senapan otomatis AK-47, adapula yang membakar bendera Israel.

Di Sumatra Selatan misalnya, massa yang berjumlah sekitar 5 ribu orang menggelar aksi dengan membakar bendera Israel.

Aksi ini berlangsung di Bundaran Air Mancur, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang. Sekitar pukul 09.00 mereka melakukan longmarch dari halaman DPRD Sumsel, Jalan POM IX, menuju ke Bundaran Air Mancur melalui Jalan Kapten Rivai dan Jalan Jenderal Sudirman. Saat di kawasan Pasar Cinde, Jalan Jenderal Sudirman, massa sempat berhenti dan Sekretaris DPW PKS Sumsel Erza Saladin melakukan orasi yang intinya mendukung perjuangan masyarakat Palestina dari aksi-aksi Israel.

Sesampainya di Bundaran Air Mancur, Ketua DPW PKS Sumsel Yuswar Hidayatullah, Ketua MPW PKS Sumsel Muhammad Iqbal Romzi, serta Ketua DSW PKS Sumsel Iman Mansyur melakukan orasi.

Selain berorasi, dilakukan aksi teatrikal. Aksi itu berupa pembakaran bendara negara Israel yang dinilai sebagai negara zionis.

Di Sumatera Utara (Sumut), sedikitnya 7000-an kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari berbagai kabupaten dan kota juga menggelar aksi longmarch di sejumlah jalan di Medan.

Aksi longmarch ribuan kader PKS ini dimulai dari halaman Mesjid Raya Al-Mashun, Jl Sisingamangaraja. Kemudian massa bergerak menuju Jl Brigjen Katamso dan berjalan kaki melewati sejumlah jalan protokol menuju Mesjid Agung, Jl. Diponegoro Medan. Selain membawa poster kecaman terhadap Israel, kader juga menyerukan perlawanan atas kekejaman Israel terhadap kaum Muslim Palestina.

Dalam perjalanan, sejumlah kader PKS menggelar aksi teatrikal dengan membawa senjata api mainan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekejaman tentara Israel. Bahkan dua kader PKS memakai topeng monyet, sengaja memanjat pohon pelindung jalan. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pemimpin Israel yang dinilai lebih kejam dibandingkan binatang.

Aksi yang sama juga digelar di Makassar, ribuan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memadati depan Monumen Mandala, jalan Sudirman, Makassar. Dalam aksi ini, massa PKS menyerukan jihad ke Palestina.

Seorang peserta aksi unjuk rasa juga nampak berlagak seperti anggota pasukan Hamas dan membawa replika senapan otomatis AK-47 yang terbuat dari karton, sebagai simbol kesediaan massa PKS untuk mengikuti perang jihad di Palestina melawan Israel.

Di Palu (ANTARA News) - Sekitar seribu simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, turun ke jalan untuk mengecam serangan Israel atas Masjid Al-Aqsha di Palestina.

Aksi tersebut berawal dari Taman GOR di Jalan Mohammad Hatta, kemudian berjalan menuju Jalan Sam Ratulangi yang merupakan pusat keramaian Kota Palu.

Dalam long march, massa yang dipimpin Zainuddin Tambuala berorasi mengecam serangan tentara Israel itu.

"Serangan Israel itu menodai tempat ibadah suci yang merupakan kiblat pertama ummat Islam. Dan, itu harus segera dihentikan," kata Zainuddin saat berorasi.

Dia juga mendesak agar PBB turun tangan dalam mengatasai serangan Israel agar tidak berlarut-larut sehingga menimbulkan banyak korban jiwa tak berdosa.

Menurutnya, PBB dengan pasukan keamanannya mempunyai kuasa untuk menghentikan perang yang tidak seimbang ini.

"Jangan sampai ini berlarut-larut sehingga banyak orang pesimistis atas kemampuan PBB dalam mewujudkan perdamaian," kata Zainuddin yang juga Ketua DPW PKS Sulteng ini.

Aksi itu sendiri diikuti massa yang sebagian besar adalah pemuda, bahkan terlihat juga anak-anak yang menggunakan cadar dan membawa senjata mainan mirip pejuang Palestina.

Dalam melakukan aksinya, mereka membawa sepanduk atau papan bertuliskan kecaman serangan Israel atas Palestina.

Massa aksi juga mengibarkan bendera Palestina dan bendera PKS. Aksi yang berlangsung tertib itu dijaga ketat oleh puluhan aparat dari Polres Palu.

Setelah puas melakukan berbagai orasi di Jalan Sam Ratulangi, massa membubarkan diri dengan masih mendapatkan pengawalan petugas keamanan.

Di Mataram (ANTARA News) - Ribuan orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) membakar bendera Israel bersama replika keranda mayat bertuliskan "Israel Bangsat" ketika menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor gubernur setempat, Minggu.

Pembakaran bendera Israel dan keranda jenazah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS NTB, H. Musleh Kholil yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD NTB.

Aksi unjukrasa tersebut dilakukan untuk menentang tindakan Israel yang berencana menghancurkan Masjidil Aqsa di Palestina, dan akan membangun kuil Sulaiman, sebagai tempat ibadah orang Yahudi yang merupakan penduduk mayoritas Israel.

Ribuan kader PKS wilayah NTB berkumpul sejak pukul 07.00 Wita di depan lokasi pembangunan Islamic Center jalan Langko Mataram. Kemudian sekitar pukul 09.00 Wita, mereka bergerak menuju depan kantor Gubernur NTB untuk menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Dalam aksi solidaritas tersebut ribuan massa PKS NTB membawa bendera Palestina, dan foto anak-anak palestina yang menangis meratapi penderitaannya akibat tindakan negeri zionis Israel yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Selain itu, mereka juga membawa poster dan spanduk bernada kecaman terhadap pemerintah Israel.

Sejumlah kader PKS NTB, secara bergiliran berorasi mengutuk segala bentuk penindasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Mereka juga menyeru agar kaum ibu dari umat Islam di Indonesia khusunya di NTB untuk memunajatkan doa agar kaum ibu di Palestina yang menjadi korban kebiadaban Israel mendapatkan keteguhan iman dan kekuatan dalam memerangi kedzaliman.

"Hampir 10 ribu wanita Palestina dipenjarakan oleh Islrael. Itu merupakan tindakan yang sangat biadab," kata Istiningsih, anggota DPRD NTB Fraksi PKS.

Istiningsih menyerukan kepada kaum ibu yang sebagian dari mereka membawa anak bayi dan balitanya ikut dalam aksi solidaritas terhadap rakyat Palestina tersebut menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membantu meringankan penderitaan saudara muslim di Palestina.

Sebelum mengakhiri aksi unjuk rasa yang dijaga oleh puluhan aparat kepolisian dari Polres Mataram tersebut, Ketua Umum DPW PKS NTB, H. Musleh Kholil, membacakan resolusi yakni mengutuk tindakan penodaan terhadap Masjid Al-Aqsha yang dilakukan Israel.

Selanjutnya meminta Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama, untuk segera mengirim nota keberatan atas tindakan jahat Israel di Palestina dan menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan berbagai aksi protes terhadap tindakan biada Israel.

Di SOLO
- Ribuan kader PKS Solo, berkumpul di bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, hari ini. Mereka mendukung rakyat Palestina melawan Israel.
Pantauan di lokasi aksi, Minggu (21/3/2010), ribuan kader PKS yang mengenakan pakaian serba putih ini, mengibarkan bendera Palestina dan PKS. Massa juga membentangkan poster berukuran raksaksa bertuliskan “Save Palestina, Dari Solo untuk Palestina” dan “Kembalikan Masjid Al Aqso yang dikuasai Israel”. massa juga menggotong keranda mayat yang ditutupi bendera Israel,serta miniatur masjid Al Aqso.

Dalam orasinya, tokoh PKS Solo Muhammad Ikhlas Thamrin, mengatakan aksi ini bukan untuk kepentingan PKS semata, namun untuk menunjukkan kepedulian umat muslim Solo terhadap penderitaan rakyat Palestina.

“Aksi ini bukan untuk kepentingan PKS. Namun untuk menunjukan bila umat muslim Solo peduli dengan penderitaan rakyat Palestina,” teriaknya.

Dalam aksi dukungan untuk Palestina, massa PKS juga melakukan penggalangan dana. Sebelum membubarkan aksi yang dijaga ketat pasukan Dalmas Poltabes Solo, massa membakar keranda mayat dan bendera Israel.
Di SEMARANG--MI: Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Minggu (21/3), menggelar aksi solidaritas untuk memberikan dukungan kepada rakyat Palestina yang terus mendapat serangan pasukan Israel.

Aksi itu tidak hanya diikuti oleh kader PKS Kota Semarang melainkan juga datang dari wilayah di sekitarnya seperti Kota Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Demak yang terdiri atas para pria, ibu rumah tangga, dan sebagian anak-anak.

Mereka berjalan kaki melewati Jalan Menteri Supeno, Jalan Pahlawan, kawasan Simpang Lima, Jalan Pandanaran, dan berakhir di kawasan Tugu Muda Semarang.

Selain berorasi secara bergantian di atas mobil bak terbuka yang dilengkapi pengeras suara, peserta aksi juga membawa bendera Palestina dan PKS, spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan Israel Bukan Manusia, Duka Palestina Duka Indonesia, Rindu Palestina Merdeka, dan Israel The Real Terorist.

Koordinator aksi, Fris Dwi Yulianto, mengatakan, aksi mereka untuk memberikan dukungan kepada Palestina dan wujud solidaritas atas arogansi Israel terhadap Palestina. "Kami hanya ingin dunia tahu kalau rakyat Palestina memiliki saudara di Indonesia yang peduli dan perhatian terhadap mereka," katanya.

Ia mengatakan, serangan Israel telah mengakibatkan banyak korban yakni rakyat Palestina yang jatuh sehingga harus segera dihentikan. "Pada Jumat (19/3) pasukan Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk beribadah di Kota Al Quds dan berencana mengubah kota tersebut menjadi pangkalan militer," katanya.

Salah seorang anggota DPR berasal dari Fraksi PKS yang juga ikut aksi tersebut, Zuber Safawi, mengatakan, partainya mengecam keras serangan pasukan Israel yang menimbulkan banyak korban jiwa.

"Aksi ini sebagai salah satu bentuk solidaritas Bangsa Indonesia khususnya para kader PKS terhadap penderitaan yang dihadapi rakyat Palestina," katanya.

Aksi mereka mendapat pengawalan cukup ketat oleh pihak kepolisian. Aksi itu juga sempat memacetkan arus lalu lintas di sepanjang jalan protokol di kota itu.

Selain itu, aksi mengecam Israel juga digelar di Yogyakarta, Tegal dan Kota-kota lainnya di Indonesia.***

KNRP - Giliran perwakilan Muslimah menyampaikan orasi di depan lautan massa aksi solidaritas untuk menyelamatkan Al Aqsha. Ustadzah Yoyoh Yusroh yang juga anggota DPR RI asal Partai Keadilan Sejahtera dan wakil ketua Komisi VIII naik ke atas panggung. Ia lalu menggemakan yel yel pembelaannya untuk Al Aqsha. "Birruh bid dam, nafdiika yaa aqsha... " (dengan nyawa dan darah, kami bela engkau wahai Al Aqsha)... yel yel itu dikumandangkan Yoyoh diikuti para peserta aksi.

Selanjutnya, ia menceritakan sebagian pengalamannya saat berangkat dalam Konvoi Nadi Kehidupan III yang dipimpin oleh George Galloway bersama perwakilan dari 43 negara beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, bagaimana saat ini Zionis Israel telah menjadikan sebagian lokasi di Al Quds di sekitar Masjid Al Aqsha sebagai daerah wisata.

Tak hanya itu, ia juga menemukan fakta bahwa Zionis Israel kini memang sangat serius membangun Kuil Sulaiman di arena Masjid Al Aqsha. Menurutnya, untuk mempersiapkan pembangunan Kuil itu, saat ini masyarakat Zionis telah menyiapkan stempel, lonceng, pisau penyembelihan hewan sendiri untuk menyambutnya.

Ustadzah Yoyoh menyerukan agar bangsa Indonesia serius menolak penjajahan di muka bumi sebagaimana tertera pada undang-undang dasar. "Sudah selayaknya, kita Muslim Indonesia mendukung pelenyapan penjajahan di muka bumi ini, termasuk penjajahan yang dilakukan Israel atas Palestina," ujarnya.

KNRP - Salah satu pertanyaan yang kerap terdengar dari masyarakat, adalah kenapa PKS kerap mengangkat suara dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Padahal Palestina itu letaknya sangat berjauhan dengan Indonesia. Apa sebabnya?

Pertanyaan itu dijawab oleh DR. Hidayat Nurwahid, Mantan Ketua MPR RI sekaligus tokoh PKS yang juga hadir dalam aksi solidaritas Selamatkan Al Aqsha hari ini. "Masyarakat bertanya, kenapa PKS sering turun ke jalan mengusung masalah Palestina yang jauh?" DR. Hidayat menjawab, bahwa kita ini adalah orang-orang yang anti penjajahan. Kalau seandainya yang jauh kita bela, dan bila terjadi penjajahan di Indonesia, maka kami lah yang akan maju paling pertama dan terdepan membela harkat dan martabat bangsa Indonsia."

Dalam orasinya, DR. Hidayat juga mengajak parlemen seluruh dunia untuk menyaksikan bahwa aksi dukungan terhadap penyelamatan Palestina dan Masjid Al Aqsha di Indonesia ini adalah aksi pertama. "Dan ini untuk membuka mata dunia bahwa di Indonesia begitu kuat kepedulian terhadap bangsa Palestin." ujarnya.

Sementara itu, peserta aksi melakukan longmarch ke bundaran HI. Di bagian depan sejumlah orang membawa replika Masjid Al Aqsha, dipagari oleh lingkaran anggota kepanduan. Di belakangnya adalah para tamu dan tokoh yang ikut dalam aksi tersebut, lalu disambung dengan ribuan peserta aksi.

JAKARTA - Aksi puluhan ribu kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dilakukan untuk menekan pemerintah Indonesia agar lebih peduli terhadap apa yang terjadi di Palestina.
"Ini bagian dari pressure opini untuk pemerintah, beberapa negara sudah mengutuk apa yang dilakukan Israel terhadap Masjid Al Aqsa di Palestina, bahkan PBB juga melakukan hal serupa. Indonesia perlu bersuara juga," terang mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid di sela-sela aksi damai di Monas, Jakarta, Sabtu (20/3/2010).

Aksi damai ini, sambung dia, merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya. "Aksi kita ini sekaligus menegaskan komitmen kita terhadap Palestina," imbuhnya.

Hidayat menjamin, aksi damai yang diikuti puluhan kader dan simpatisan PKS akan berjalan tertib, damai dan tidak anarkis. "Kita buktikan bahwa aksi tidak melulu anarkis dan rusuh. Aksi besar ini akan berlangsung damai, tertib, dan tidak anarkis," tandas Hidayat.

Mantan Ketua MPR itu menambahkan, persoalan Palestina kini bukan lagi masalah umat Islam. Umat Kristiani juga mulai terusik dengan ulah Israel. Data yang diperoleh Hidayat, gereja-gereja yang dihancurkan Israel jauh lebih banyak dari masjid yang dihancurkan Israel.

"Bahkan tanah kaum Kristiani juga lebih banyak diserobot Israel, jumlahnya lebih luas dari tanah umat Islam yang diserobot Israel. Sebagai bukti, Sabam Sirait turut hadir dalam aksi ini dan beberapa negara Barat juga mengecam aksi Israel," tutupnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong organisasi masyarakat Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk turut memikirkan dan memperjuangkan nasib Palestina. Dorongan ini diserukan Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dalam aksi damai menentang rencana perobohan Mesjid Al Aqhsa di Jalur Gaza oleh Israel, Sabtu (20/3/2010).

"NU yang akan Muktamar hendaknya turut memikirkan penolakan terhadap penolakan Mesjid Al Aqsha sebagai salah satu butir yang dibicarakan dalam Muktamar. Begitu juga kepada Muhammadiyah, kami mengingatkan agar turut membucarakan dukungan kepada Mesjid Al Aqsha," tuturnya.

Dorongan ini diserukan Hidayat mengingat persoalan Jalur Gaza sudah melanggar kemanusiaan. Banyak umat muslim, terutama para pemuda dan wanita yang sudah tidak diperbolehkan beribadah di situ. Selain itu, tak hanya mesjid, tempat ibadah umat lain juga banyak dihancurkan oleh Israel.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia harus bersuara atas kejadian ini agar bisa mendorong para pemimpin-pemipin negara lain untuk bergerak memperdulikan nasib Palestina.

Usai mendengarkan orasi, massa PKS melakukan long marc dari Monas menuju Bundaran HI dan kembali ke Monas. Sepanjang jalan mereka meneriakkkan yel-yel anti Israel

PK-Sejahtera Online: Ratusan ribu kader dan simpatisan PKS memadati lapangan Munumen Nasional pada Aksi Solidaritas untuk Rakyat Palestina, Sabtu (20/3). Mereka datang dari tiga propinsi di Indonesia, yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Peserta aksi mulai menyemut di Monas sejak pukul 11.00, mereka umumnya yang datang dari luar Jakarta. Sebelum melakukan aksi mereka melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di masjid-masjid sekitar lokasi.

Massa semakin memadat pada pukul 13.00. iring-iringan kendaraan yang terdiri dari bus besar, mobil pribadi dan kendaraan bermotor terus bergerak menuju lapangan parkir Monas. Keadaan ini membuat petugas parkir kewalahan melayani padatnya kendaraan. Namun dengan tertib, akhirnya satu persatu kendaraan dapat tertampung di lapangan parkir.

Tepat di depan tugu Monas, para tokoh dan fungsionaris PKS berdiri di atas panggung. Tampak diantara mereka Anggota DPR RI dari FPKS DR. Hidayat Nurwahid, Yoyoh Yusroh dan fungsionaris DPP PDIP Sabam Sirait. Satu persatu dari mereka melakukan orasi, mengecam penjajahan Israel atas bangsa Palestina yang tak kunjung usai. Selain dihadiri para tokoh polotik, acara ini juga di ramaikan oleh para artis dan Jack Mania.

Usai mendengarkan orasi, massa PKS melakukan long marc dari Monas menuju Bundaran HI dan kembali ke Monas. Sepanjang jalan mereka meneriakkkan yel-yel anti Israel dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Di sepanjang jalan yang mereka lalui, terpasang sound system besar yang dipergunakan oleh kader PKS untuk berorasi dan mengumandangkan nasyid-nasyid perjuangan untuk rakyat Palstina.

Meski sempat membuat kemacetan, demontrasi ini berlangsung aman. Para polisi yang diterjunkan ke arena aksi, tidak kewalahan melakukan penjagaan. Mereka tampak bekerja sama dengan ratusan petugas kepanduan yang ditebar di sepanjang jalan untuk mengatur lalu lintas dan pengawasan terhadap para demonstran. Pada acara tersebut juga dilakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk meringankan beban penderitaan rakyat Palestina.

Sabtu 20 Maret 2010 - Rencananya, aksi damai menentang Israel ini akan dimulai pukul 12.00 WIB
VIVAnews - Demo besar-besaran untuk membela Palestina akan diikuti sekitar 150 ribu anggota PKS di Monas. Rencananya, aksi damai menentang Israel ini akan dimulai pukul 12.00 WIB. Menurut Humas PKS, Mabruri, acara akan diawali dengan orasi-orasi yang dilakukan di dekat Patung Arjuna, Monas, Thamrin dan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju Bundaran HI.

"Tujuan demo ini adalah menentang aksi Israel yang berencana menghancurkan Masjidil Aqsa di Palestina dan mengubah bangunan itu menjadi kuil Sulaiman, tempat ibadah Yahudi. Sudah sepekan ini, pemuda Palestina tidak diberbolehkan untuk beribadah di Mesjid," kata Mabruri.

Menurut Mabruri, demo ini juga akan dihadiri oleh Hidayat Nur Wahid, Sabam Sirait dari PDIP, dr. Ahzami Samiun, anggota PKS, dan Ustadzah Yoyoh Yusroh, anggota DPR dari fraksi PKS.

"Persatuan Ulama Internasional, mengumumkan bahwa Jumat kemarin sebagai hari siap siaga membela Masjidil Aqsa. Karena itu, PKS melakukan aksi damai pembelaan Masjidil Aqsa, sekaligus menghimpun dana untuk rakyat Palestina yang berjuang melawan ini," ujar Mabruri.

Fraksi-PKS Online: Setelah tiga hari terakhir seleksi calon hakim agung oleh komisi III DPR, mayoritas calon yang diajukan Komisi Yudisial ternyata nilainya merah. “Dari 12 calon yang sudah diperiksa, saya menilai tidak ada yang memuaskan, kalaupun ada sekitar dua-tiga orang saja yang sedikit di atas rata-rata,” kata anggota komisi III dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf di sela-sela berlangsungnya uji kelayakan calon hakim agung di ruang Komisi III DPR, Rabu (17/2).

Seleksi calon hakim agung digelar Komisi III DPR mulai Senin hingga Kamis (15-18/ 2) terhadap 20 orang calon hakim agung yang sebelumnya lolos seleksi di Komisi Yudisial. Dari hasil seleksi tersebut, DPR harus memilih tujuh yang dianggap memenuhi kelayakan. 

Bukhori memberi penilaian terhadap dua belas calon hakim agung yang telah diuji di depan Komisi III DPR sejak Senin lalu, menurutnya nilai mereka rata-rata di bawah 5 dalam skala 10. "Tiga calon yang menurut saya layak pun nilainya hanya 6 sampai 7," timpalnya.

Dia beranggapan, bahwa DPR, terutama Fraksi PKS tidak akan memberi toleransi kepada calon yang dianggap tidak layak. "Bila harus meloloskan pun, apakah kemudian DPR mau menerima yang kualitasnya 6 sampai 7 itu?," ujarnya.

Bukhori sungguh menyayangkan hal tersebut, mengingat para calon hakim agung nantinya akan bertugas memutus perkara di tingkat Mahkamah Agung. "MA sebagai benteng terakhir dimana rakyat mencari keadilan, seharusnya diisi oleh hakim-hakim dengan nilai mendekati sempurna," katanya. Ia menambahkan, bagaimana menyerahkan tumpuan terakhir untuk keadilan di negeri ini kepada para hakim agung yang lemah kualifikasinya, bahkan dianggap bermasalah. "Ini namanya sebuah kecelakaan hukum," tegas dia.

Ketua Kelompok Komisi III FPKS ini juga mempertanyakan proses seleksi yang dilakukan Komisi Yudisial terhadap para calon hakim agung. "Sebagai lembaga pengusul calon, KY juga kurang dalam sosialisasi," kritik Bukhori. Menurutnya, seleksi akan memberikan hasil yang maksimal bila banyak input (masukan) dan penilaian dari publik atau lembaga-lembaga masyarakat terhadap proses maupun para calon hakim yang diseleksi. Selain itu, para calon hakim yang melamar akan lebih bervariasi dengan lebih terbukanya sosialisasi proses tersebut. "Kesempatan memperoleh hakim agung yang kredibel pun lebih besar," imbuhnya.

Oleh karena itu, Bukhori merekomendasikan DPR untuk meminta KY memperbaiki proses seleksi calon hakim agung serta mengadakan kembali rekruitmen tambahan. "Saya pesimis kuota tujuh orang hakim agung yang harus diloloskan DPR dapat tercapai, kalau cuma dua atau tiga yang lulus, kami tidak akan memaksakan," tandasnya.***

F-PKS: Hukuman untuk Siswa Harus Edukatif

Dikirim : DPRa-PasarMinggu

"Dipecat Sekolah Karena Facebook"
Fraksi-PKS Online: Jakarta – Hukuman kepada peserta didik yang melanggar peraturan, norma dan etika diusahakan semaksimal mungkin dengan cara-cara yang mendidik. Termasuk didalamnya adalah pelecehan dan penghinaan terhadap seorang guru di situs jaring social Facebook. Meski melanggar anak didik harus diberikan hukuman, namun harus mendidik dan menimbulkan efek jera.


Menanggapi adanya pemecatan empat anak didik akibat penghinaan terhadap gurunya, Anggota DPR dapil Kepulauan Riau Herlini Amran meminta agar hukuman yang diberikan kepada anak didik harus mendidik bukan hukuman emosional.

"Apapun penyebab kekesalan anak didik, tindakan pelecehan apalagi penghinaan adalah sesuatu kesalahan. Tapi juga jangan sampai anak didik dihukum secara emosional, bukan hukuman psikologis yang mempengaruhi perkembangan jiwa dan mental anak didik," ungkap Herlini Amran di gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (16/2).

Herlini Amran yang anggota DPR dapil Kepulauan Riau berencana mengunjungi SMU Negeri 4 besok(Kamis 18 Februari 2010). Setelah bertemu Kepala Sekolah SMU 4, Herlini juga berencana bertemu dengan keempat siswa yang dikeluarkan itu.

Peristiwa ini, lanjut Anggota Komisi X DPR RI dari FPKS, harus dijadikan ajang evaluasi pelaksanaan pendidikan nasional. Elemen pendidikan seperti guru, orang tua, sekolah dan pemerintah daerah harus berkoordinasi dengan baik. "Kita semua harus menjadikan ini pelajaran mahal. Kita harus memberikan contoh prilaku yang baik kepada anak-anak," kata Herlini.

Herlini menyesalkan pihak sekolah yang mengeluarkan empat anak didik yeng melakukan penghinaan ibu gurunya. Menurutnya, harusnya pihak sekolah jangan bersikap berlebihan. Kejadian ini mengesankan sekolah hanya menerima anak didik yang baik-baik saja. Tapi jika anak didik tersebut melakukan kejahatan anak didik langsung dikeluarkan.

"Justru ini tugas sekolah untuk mendidik anak agar bias menjadi baik dan mempertahankan kebaikan itu. Kalau begini ‘kan sekolah mau ‘cuci tangan'," kata Ibu beranak empat ini.

Herlini menyarankan agar konseling atau bimbingan di sekolah diberdayakan dengan baik. Pihak sekolah harus melakukan komunikasi dengan orang tua mengenai perkembangan anak didiknya.

"Pendidikan itu ‘kan kerja sama orang tua, guru dan pihak sekolah. Ketiga komponen ini harus memiliki pola komunikasi yang baik, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak jangan saling menyalahkan dan berlepas tangan atas peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah," pungkas Herlini.***

PKS tidak Pikirkan Kursi Menteri

Dikirim : DPRa-PasarMinggu


JAKARTA, Republika OnLine -Bagi PKS upaya mencari tahu kebenaran dalam perkara Bank Century terlalu besar untuk dikorbankan. Karena itu PKS tidak memikirkan soal ancaman penarikan menterinya dari kabinet.

Anggota Pansus sekaligus Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah, mengaku PKS tidak memikirkan soal kursi menteri. Perkataan Fahri itu bukan tanpa alasan. Menurut dia, apa yang sudah ditemukan fraksinya dalam Pansus terlalu besar untuk ditutupi. ''Kita fokus saja untuk menyelesaikan masalah Bank Century terutama dari segi hukum,'' jelas Fahri, Jumat (12/2).

PKS meyakini temuan yang sudah diutarakannya dalam pandangan awal tidak akan berubah. Begitu pun pandangan enam fraksi lain yang hampir serupa dengan pandangan PKS. Justru, yang mungkin berubah adalah pandangan dua fraksi yang berseberangan dengan PKS.***

JAKARTA--MI: Partai Keadilan Sejahtera (KPS) menyatakan kesiapannya jika kabar reshuffle benar-benar terwujud. Alasannya ini merupakan hak preogratif dari Presiden.

Hal tersebut dikemukakan Sekjen PKS Anis Matta kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (11/2). "PKS tidak akan mundur dari pansus yang dibentuk untuk menangani kasus Century. Kami siap jika direshuffle, cuma sampai saat ini hubungan PKS dengan Pak SBY tidak ada masalah," tegas Anis.

Ia menyatakan dalam komunikasi terakhir antara SBY dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, SBY selalu mendukung langkah yang diambil PKS. Bentuk dukungan, sahut dia, dinyatakan dalam sikapnya untuk mendorong PKS membuka kasus sejelas-jelasnya dengan mengedepankan pendekatan hukum. Isu reshuffle, menurutnya, merupakan wacana yang tiba-tiba dihadirkan.

"Kita yakin dengan pernyataan Demokrat yang official yakni yang disampaikan SBY langsung kepada Ketua Majelis Syuro. Komunikasi itu sudah sejak sebelum pansus dibentuk, hingga saat pansus bekerja saat ini," jelasnya.

Ia tak menampik jika perbincangan soal Century ini juga didiskusikan bersama menteri-menteri PKS yang berada di Kabinet Indonesia Bersatu II, termasuk dalam pertemuan pada Rabu (10/2) malam. Menteri yang hadir diantaranya Mentan Suswono dan Mensos Salim Segaf Al Juffri. Hal itu, diakuinya, tak mempengaruhi sikap partai untuk bertindak sesuai fakta yang mengalir di pansus, apapun resikonya. "Semua menteri PKS harus bersikap profesional mendukung SBY. Mereka tidak boleh melakukan komunikasi politik diluar profesi kementeriannya. Semua komunikasi politik head to head antara Ketua Majelis Syuro dengan Presiden SBY," tandasnya. ***

JAKARTA, Republika OnLine - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menjatuhkan porsi kesalahan yang lebih besar pada Boediono (80 persen) sedang Sri Mulyani (20 persen) sebab ingin berbaik-baik dengan Sri Mulyani terkait isu pajak. ''Kami tidak bermaksud berbaik-baik dengan Sri Mulyani,'' Wakil Ketua Pansus dari fraksi PKS, Mahfuz Shidik.

Himbauan SBY pada para penunggak pajak juga tidak diartikan sebagai tekanan politik terhadap kerja Panitia Khusus (Pansus) Bank Century. Terlebih ia mengatakan PKS tidak memiliki masalah dengan pajak. ''Tindakan tegas pada pengemplang pajak memang wewenang pemerintah,'' ujar dia, Selasa (9/2), di DPR.

Pemerintah juga diharapkan PKS bisa menindak para penunggak pajak tanpa perlu mengkaitkannya dengan kinerja Pansus. Soal porsi tanggung jawab yang dijatuhkan PKS lebih banyak bagi Boediono ketimbang Sri Mulyani juga ditegaskan Shidik tidak ada kaitannya dengan kenyataan bahwa Dirjen Pajak ada di bawah wilayah kerja Sri Mulyani. ''Logikanya sederhana saja, kasus Bank Century dari akuisisi hingga merger dan penetapannya sebagai bank gagal ada di Bank Indonesia (BI),'' ujarnya.

Sedang wilayah Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) dan Komite Koordinasi yang dipegang Sri Mulyani baru berjalan setelah penetapan Century sebagai bank gagal. PKS mempertimbangkan pula perkataan Sri Mulyani yang mengaku tertipu data BI. ''Siapa yang di BI? Ya Boediono,'' katanya***

PKS Jamin Tak Bakal Melunak Sikapi Century

Dikirim : DPRa-PasarMinggu

JAKARTA, Okezone - Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjamin pandangan awal fraksinya di DPR mengenai skandal Bank Century tidak akan berubah. Bahkan, bisa jadi PKS mendapati temuan pelanggaran baru di kasus Bank Century.

“Yang jelas berdasarkan fakta yang ada kami tidak akan berubah. Aliran-aliran dana yang belum dikemukakan bisa saja bertambah,” ujar Ketua Fraksi PKS Mahfud Sidik di gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Ketika ditanya, apakah garansi sikap politik PKS tidak akan berubah seiring menguatnya tekanan politik dari Partai Demokrat serta tawaran konsesi politik, Mahfud pun menjawab dengan tegas. “Apapun konsensusnya, PKS tak akan berubah,” ujarnya.

Mahfud menjelaskan, sikap politik PKS dalam kasus Bank Century tidak memiliki kaitan langsung dengan jalinan koalisi dengan Partai Demokrat. Sehingga ancaman pencopotan para kader PKS di Kabinet Indonesia Bersatu II tidak beralasan. Dalam konteks ini, tidak ada klausul perjanjian bahwa partai mitra koalisi tidak boleh berbeda pendapat dengan Partai Demorkat.

Cerita berbeda terjadi apabila kinerja para kader PKS baik di kabinet maupun di parlemen tidak maksimal. “Kalau mau di reshuffle ya silakan saja. Tapi tidak ada kaitannya dengan masalah ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pandangan awalnya, Fraksi PKS menilai kebijakan bailout Bank Century sudah bermasalah sejak awal. Yaitu pada saat sebelum dilakukannya merger tiga bank yakni Bank Pikko, Dampac, dan CIC. Ironisnya BI tetap memberikan izin merger padahal tidak memenuhi persyaratan.

Sejumlah pelanggaran UU Perbankan dan UU Tipikor pun kemudian terus berlangsung dalam proses pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP), penyertaan modal sementara (PMS), hingga proses akhir pencairan dana talangan. Dalam kaitan ini, F-PKS mencatat terjadi sedikitnya 18 pelanggaran.

Karena itu, F-PKS merekomendasikan aparat penegak hukum agar segera menindak para pejabat yang diindikasi terlibat dalam kasus Bank Century. Itu karena kasus ini sudah bermasalah diranah kebijakan, kejahatan perbankan, dan kejahatan tindak pidana korupsi. Proses hukum dinilai bisa menjadi pijakan dalam proses penyelidikan lanjutan skandal yang merugikan negara sebesar Rp6,7 triliun itu.***

Jakarta, detikNews - FPKS menemukan adanya kejanggalan dalam transaksi nasabah Bank Century. Tidak hanya individu, beberapa yayasan dan BUMN juga terindikasi melakukan transaksi yang dinilai janggal.

"Ada institusi sampai individu. Kalau individu 11 orang, kalau institusi ada 14 sekuritas, 2 yayasan, 10 BUMN, 4 dana kesejahteraan dan 5 perusahaan swasta," ujar anggota Pansus Bank Century asal FPKS, Andi Rahmat di Gedung DPR, Selasa (9/2/2010).

Andi mengaku agak pesimis Pansus bisa menyelesaikan pekerjaan mereka pada tanggal 2 Maret. "Sudah ada pemikiran (dari PKS) untuk diperpanjang 2 minggu terkait aliran dana," terangnya.

Sementara itu Ketua Pansus Idrus Marham mengaku akan meneruskan temuan ini ke PPATK. "Pimpinan akan meneruskan ke PPATK untuk menindaklanjuti ini, dan tidak lama PPATK akan memberikan hasilnya ke Pansus," terangnya.***

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas menyebut porsi kesalahan mantan Gubernur BI Boediono dan mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati dalam keputusan bail out Bank Century.

Tak gentarkah PKS menyusul adanya ancaman reshuffle kabinet yang diwacanakan Partai Demokrat? Ketua DPP PKS yang juga duduk sebagai Wakil Ketua Pansus Angket Kasus Bank Century, Mahfudz Siddiq, mengatakan, kesimpulan partainya dirumuskan berdasarkan fakta yang ada dalam pemeriksaan Pansus. Lagi pula, menurut dia, bagi PKS apa yang dilakukan tak melanggar kontrak koalisi.

"Partai koalisi di DPR menemukan indikasinya masing-masing. Maka, koalisi maknanya duduk bareng, mau disikapi seperti apa fakta hukum dan politik ini. Jangan dijegal di tengah jalan. Di kontrak politik tidak ada (pernyataan) kalau beda sikap akan di-reshuffle," kata Mahfudz, Selasa (9/2/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Fakta-fakta yang diungkap dalam setiap pemeriksaan Pansus, menurutnya, tidak bisa lagi disembunyikan. Partai koalisi, ditegaskannya, tak bisa ditekan apalagi dipaksa untuk menyembunyikan fakta hukum yang ditemukan. "Kalau dipaksa untuk menutupi fakta hukum, lebih mahal daripada sekadar kabinet," ujar Mahfudz.***

PKS OK

:: Info PKS

:: PASAR MINGGU

Save GAZA


PKS OK